Teori Belajar

 anime study

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.    LATAR BELAKANG

Belajar adalah kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang sangat pundamental dalam setiap penyelenggaraan jenis dan jenjang pendidikan. Ini berarti berhasil atau gagalnya pencapaian tujuan pendidikan itu amat bergantung pada proses belajar yang dialami siswa, baik ketika ia berada di sekolah maupun di lingkungan rumah atau keluarganya sendiri. Oleh karena itu, pemahaman yang benar mengenai arti belajar dengan segala aspek, bentuk dan manifestasinya mutlak diperlukan oleh para pendidik khususnya pada guru. Kekeliruan/ketidaklengkapan persepsi mereka terhadap proses belajar dan hal-hal yang Berkaitan dengannya akan mengakibatkan kurang bermutunya hasil pembelajaran yang dicapai peserta didik.

Sebagian orang beranggapan bahwa belajar adalah semata-mata mengumpulkan atau menghapalkan fakta-fakta yang tersaji dalam bentuk informasi / materi pelajar. Orang yang beranggapan demikian biasanya akan segera merasa bangga ketika anak-anaknya telah mampu menyebutkan kembali secara lisan (verbal) sebagian informasi yang terdapat dalam buku teks atau yang diajarkan oleh guru. Di samping itu, ada pula yang memandang belajar sebagai latihan belaka seperti yang tampak pada latihan membaca dan menulis. Persepsi ini biasanya akan merasa puas bila anak-anak mereka telah mampu memperlihatkan keterampilan jasmaniah tertentu, walaupun tanpa pengetahuan mengenai arti, hakikat dan tujuan keterampilan tersebut.

 

B.     RUMUSAN MASALAH

Adapun rumusan masalah yang diangkat oleh penulis dalam makalah tentang belajar ini adalah :

1.      Pengertian masyarakat yang masih kurang tentang belajar secara teori ?

2.      Pengklasifikasian tentang kegiatan pembelajaran ?

3.      Proses dan inisiasi dalam kegiatan belajar menurut kriterianya ?

BAB II

PEMBAHASAN

 

A.    TEORI DAN PENGERTIAN

Skiner, yang dikutip Barlow (1985) dalam bukunya educational psychology the teaching-learning process, belajar adalah suatu proses adaptasi atau penyesuaian tingkah laku yang berlangsung secara progresif. Berdasarkan eksperimennya B.F Skimer percaya bahwa proses adaptasi tersebut akan mendatangkan hasil yang optimal apabila ia diberi penguat (reinforce).

Chaplin dalam dictionary of psychology membatasi belajar dengan dua macam Rumusan. Rumusan pertama berbunyi belajar adalah perolehan perubahan tingkah laku yang relatif menetap sebagai akibat latihan dan pengalaman. Rumusan keduanya belajar adalah proses memperoleh respon-respon sebagai akibat adanya latihan khusus.

Hintzman dalam bukunya menyatakan belajar adalah suatu perubahan yang terjadi dalam diri organisme (manusia dan hewan) disebabkan oleh pengalaman yang dapat mempengaruhi tingkah laku organisme tersebut.

With dalam bukunya menyatakan belajar adalah perubahan yang relatif menetap yang terjadi dalam segala macam/keseluruhan tingkah laku suatu organisme sebagai hasil pengalaman.

Reber dalam kamus susunannya yang tergolong modern, Dictionary of psychology membatasi belajar dengan dua macam definisi. Pertama, belajar adalah proses memperoleh pengetahuan, biasanya sering dipakai dalam pembahasan psikologi kognitif. Kedua belajar adalah suatu perubahan kemampuan bereaksi yang relatif langgeng sebagai hasil latihan yang diperbuat. Dalam definisi ini terdapat empat macam Istilah yang esensial dan perlu disoroti untuk memahami proses belajar. 1.) Relatively permanent, yang secara umum menetap. 2.) Response potentiality, kemampuan bereaksi. 3.) Reinforce, yang diperkuat. 4.) Practice, Praktek atau latihan.

Biggs dalam Pendahuluan teaching for learning mendefinisikan belajar dalam tiga macam Rumusan, yaitu Rumusan kuantitatif, Rumusan institusional, Rumusan kualitatif.

 

B.     TEORI BELAJAR DAN PEMBELAJARAN

1.      Persoalan yang membedakan teori-teori pembelajaran

Setiap teori-teori pembelajaran pasti memiliki persoalan yang membedakan dengan teori yang lainnya, selain itu juga memiliki perubahan dari masa ke masa. Persoalan yang mendasar antara lain persoalan mengenai hakikat pembelajaran dan proses pembentukan teori (Hilner 1978). Delapan persoalan yang kontroversial antara lain : variabel perantara yang digunakan, hal-hal tertentu yang berperan sebagai variabel perantara dalam teori bersifat kognitif atau koneksionisme, penguatan yang digunakan dalam teori merupakan hakikat dasar dan inti dalam pembelajaran, suatu pembelajaran yang harus dianalisis pada level molar atau pada level molecular, persoalan selanjutnya yaitu apakah teori tersebut disajikan secara formal atau informal, luas cakupan teori tersebut, penekanan diberikan pada pengaruh aspek bawaan terhadap perilaku dan pada pengaruh batasan-batasan biologis (biological constraints) terhadap pembelajaran, dan persoalan yang terakhir yaitu mengenai kepraktisan teori tersebut.

Persoalan-persoalan teori tersebut diperdebatkan oleh para teoritis yaitu seperti Tolman, Hull, Skinner, Thorndike, Watson, Guthrie, Estes dan Miller. Mereka memperdebatkan masalah-masalah tersebut sesuai dengan teori-teori yang mereka kemukakan.

 

2.      Kriteria teori yang ideal

Jenis teori ideal yang diperjuangkan oleh para teoritis yang paling ambisius adalah yang mirip dengan cita-cita yang digagas oleh Hull namun gagal diwujudkan yaitu: format, akurat, konsisten secara internal, namun sekaligus juga cukup luas cangkupannya sehingga meliputi seluruh topik mengenai pembelajaran dan motivasi. Teori ideal ini mengandung variabel-variabel perantara dan sebagai teori formal variabel-variabelnya dinyatakan secara eksplisit. Variabel-variabelnya jauh lebih kognitif dibandingkan pada teori-teori terdahulu yang ada di posisi tengah, variabel tersebut terkait dengan perolehan, penyimpanan, dan penggunaan informasi, keyakinan dan bukti-bukti yang mendasarinya, pikiran yang logis dan tidak logis.

Ada dua aspek pembelajaran yang perlu dipelajari, yang pertama, adalah hakikat memori. Sepanjang berfokus pada pengetahuan dan pembelajaran melalui pengamatan, nampaknya akan lebih konsisten bila kita membahas memori sebagai pemanggilan kembali informasi simpanan dari pada sebagai persaingan di antara respon-respon. Di sisi lain untuk keahlian-keahlian yang amat praktis, termasuk keahlian verbal, teori interferensi. Selain itu teori yang kompleks tidak dapat mengabaikan cara asimilasi pengalaman baru ke dalam schemata.

Aspek yang kedua yaitu, persepsi. Kebanyakan teoritis pembelajaran memandang persepsi sebagai hal yang tidak perlu dipersoalkan. Sementara itu kalangan Gestalt yang berfokus pada persepsi tergolong kelompok teoritis pembelajaran yang sekunder. Pembelajaran tidak bisa berlangsung melebihi input perceptual yang mendasarinya, sehingga persepsi tidak bisa diabaikan oleh semua teori yang dianggap komplit. Istilah register sensori yang dikemukakan Atkinson dan Shiffri adalah salah satu contoh konsep persepsi dalam teori pembelajaran (teori memori).

 

3.      Pentingnya teori belajar pada masa kini

Pada psikologi pembelajaran terapan memiliki arti penting bukan hanya sebagai cara menempatkan teori-teori dalam penggunaannya yang praktis melainkan juga sebagai cara untuk memperbaiki teori-teori. Di samping konstribusi lainnya, studi-studi terapan membantu kita memastikan kondisi-kondisi batasan yang ada pada teori. Jika sebuah teori yang bertolak dari data laboratorium digunakan untuk memprediksi sebuah situasi terapan dan prediksinya tidak terbukti, kejadian ini menunjukkan bahwa teori tersebut tidak sesuai untuk situasi tersebut. Sekalipun demikian teori tersebut mungkin tetap berhasil sempurna untuk memprediksi teori-teori lainnya. Selain itu studi-studi terapan memunculkan hukum-hukum baru yang nantinya bisa digunakan untuk memodifikasi teori lama atau membangun teori baru.

Bagi kita pada umumnya teori-teori pembelajaran memiliki dua arti penting yang pokok. Pertama, teori pembelajaran menyediakan kosa kata dan kerangka konseptual yang bisa kita gunakan untuk menginterpretasi contoh-contoh pembelajaran yang kita amati. Hal ini penting artinya bagi siapa saja yang hendak mengamati dunia secara seksama. Kedua, masih terkait dengan yang pertama, teori pembelajaran menuntun kita ke mana harus mencari solusi atas persoalan-persoalan praktis. Teori memang tidak memberikan kita solusi, namun teori mengarahkan perhatian kita kepada variabel-variabel yang bermanfaat untuk menemukan solusi.

Guthrie mengarahkan kita pada perlunya mempraktekkan respon yang hendak dipelajari dalam kondisi tertentu di mana respon tersebut akan digunakan, dan juga perlunya mempraktekkan respon tertentu dalam kondisi yang berbeda-beda agar respon itu tertanam kuat dalam diri kita. Skinner, memberi saran agar kita mencari tahu hal apa yang menguatkan tindakan tertentu, sehingga kita bisa menghadirkan penguat itu jika kita ingin tindakan itu terjadi atau menghilangkannya jika kita ingin menghapus tindakan tersebut.

Piaget dan Gagne menekankan bagaimana pembelajaran pada saat ini berkembang dari pembelajaran pada waktu sebelumnya. Tolman, Hull, Estes dan Anderson menawarkan banyak usulan serupa dengan bentuk-bentuk yang lebih teknis. Semua usulan ini membutuhkan kreativitas tertentu bila hendak diterapkan dalam penggunaan praktis. Masing-masing juga menekankan aspek tertentu dalam proses pembelajaran yang perlu kita pertimbangkan. Dengan demikian semuanya berfungsi memperkaya pemahaman kita terhadap situasi-situasi pembelajaran yang kita amati dan membantu kita menemukan solusi atas problema pembelajaran praktis yang kita hadapi. Meski banyak teoritis yang ingin memberikan konstribusi yang lebih besar dari semua ini, dan sampai kadar tertentu mereka berhasil melakukannya, kontribusi seperti ini saja sudah cukup menjadikan teori-teori mereka sebagai hal yang tidak ternilai harganya bagi studi mengenai pembelajaran.

 

C.     BELAJAR DALAM PERSFEKTIF PSIKOLOGI DAN AGAMA

1.      Perspektif Psikologi

Menurut para ahli psikologi pendidikan khususnya yang tergolong cognitifist (ahli sains kognitif) sepakat bahwa hubungan antara belajar, memori dan pengetahuan sangat erat dan tidak mungkin dipisahkan. Memori yang biasanya kita artikan sebagai ingatan itu sesungguhnya adalah fungsi mental yang menangkap informasi dari stimulus, dan ia merupakan storage system, yakni sistem Penyimpanan informasi dan pengetahuan yang terdapat di dalam otak manusia.

Dalam otak kita ada yang dinamakan skema (skema kognitif) adalah semacam file yang berisi informasi dan pengetahuan sejenis seperti linguistic schema untuk memahami kalimat. Cultural skema untuk menafsirkan mitos dan kepercayaan adat dan seterusnya. Skema ini berada dalam sebuah kumpulan yang disebut schemata atau schemas (jamak dari schema) yang tersimpan dalam sub sistem akal permanen manusia.

Menurut Best (1987) setiap informasi yang kita terima sebelum masuk dan diproses oleh sub sistem akal pendek (short term memory) terlebih dahulu di simpan sesaat atau Tepatnya lewat karena dalam waktu sepersekian detik yang disebut sensory memory alias sensory register yakni subsistem penyimpanan pada saraf indera penerima informasi dalam dunia kedokteran subsistem ini disebut “syaraf sensori” yang berfungsi mengirimkan influsi ke otak.

 

2.      Perspektif Agama

Islam menurut Dr. Yusuf Al Qadrawi (1984), adalah aqidah yang berdasarkan ilmu pengetahuan, bukan berdasarkan penyerahan diri secara membabi buta. Hal ini tersirat dalam Firman Allah SWT, “Maka ketahuilah, bahwa tidak ada Tuhan Kecuali Allah” (Surat Muhammad: 19)

a)      Allah Berfirman, “….apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui? Sesungguhnya hanya orang-orang yang berakallah yang mampu menerima pelajaran” (Az-Zumar: 9)

b)      Allah Berfirman, “Dan janganlah kamu membiasakan diri pada apa yang kamu tidak ketahui….” (Al-Isra:36)

c)      Dalam Hadits Riwayat Ibnu ‘Ashim dan Thabrani, Rasulullah SAW bersabda, “Wahai sekalian manusia, belajarlah! Karena pengetahuan hanya didapat melalui belajar….” (Qordhawi, 1989)

 

D.    PENGEMBANGAN TEORI

1.      Arti Penting Belajar

Belajar adalah key term (istilah kunci) yang paling vital dalam setiap unsur pendidikan, sehingga tanpa belajar sesungguhnya tap pernah ada pendidikan sebagai suatu proses, belajar hampir selalu mendapat tempat yang luas dalam berbagai disiplin ilmu yang Berkaitan dengan upaya pendidikan, misalnya psikologi pendidikan. Karena demikian pentingnya arti belajar, maka bagian terbesar upaya riset dan eksperimen psikologi pendidikan pun diarahkan pada tercapainya pemahaman yang lebih luas dan mendalam menguasai prose perubahan manusia itu.

Belajar memainkan peran penting dalam mempertahankan kehidupan sekelompok umat manusia (bangsa) di tengah-tengah persiapan yang semakin ketat di antara bangsa-bangsa lainnya yang lebih maju karena belajar.

Dalam perspektif keagamaan pun belajar merupakan kewajiban bagi setiap umat muslim dalam rangka memperoleh ilmu pengetahuan sehingga derajat kehidupannya meningkat. Hal ini dinyatakan dalam surat Al-Mujadalah ayat 11.

Seorang siswa yang menempuh proses belajar yang ideal yaitu ditandai munculnya pengalaman-pengalaman psikologi baru yang positif yang diharapkan dapat mengembangkan aneka ragam sikap, sifat dan kecakapan yang konstruktif, bukan kecakapan destruktif (merusak).

 

2.      Teori-Teori Pokok Belajar

Secara pragmatis, teori belajar dapat dipahami sebagai prinsip umum atau kumpulan prinsip yang saling berhubungan dan merupakan penjelasan atas sejumlah fakta dan penemuan yang Berkaitan dengan peristiwa belajar. Di antara banyak teori yang berdasarkan eksperimen terdapat tiga macam yang sangat menonjol, yakni; Connectionism, classical conditioning dan operant conditioning.

a)      Koneksionisme

Teori koneksionisme (connectionism) adalah teori yang ditemukan dan dikembangkan oleh Edward L. Thorndike (1874, 1949) berdasarkan eksperimen yang ia lakukan pada tahun 1890-an, Thorndike berkesimpulan bahwa belajar adalah hubungan antara stimulus dan respon, itulah sebabnya, teori koneksionisme juga disebut “S-R Bond theory” dan S-R psychology of learning”.

b)      Pengkondisian Klasik

Pada dasarnya classical conditioning adalah sebuah prosedur penciptaan refleks baru dengan cara mendatangkan stimulus sebelum terjadinya refleks tersebut (terrace, 1973). Dalam eksperimennya Pavlor menggunakan anjing untuk mengetahui hubungan-hubungan antara conditioning stimulus (CS), unconditioned stimulus (UCS), conditioned response (CR), dan Unconditioned response (UCR). CS adalah rangsangan yang mampu mendatangkan respon yang dipelajari. CR adalah respon yang dipelajari itu sendiri. UCS adalah rangsangan yang menimbulkan respon yang tidak dipelajari. UCR adalah respon yang tidak dipelajari.

c)      Pengkondisian perilaku respons

Teori pembiasaan perilaku respon (operant conditioning) penciptanya bernama Burhus Fredic Skimer (lahir tahun 1904), seorang penganut behaviorism yang dianggap kontroversial. Tema yang mewarnai karyanya adalah bahwa tingkah kaku itu terbentuk oleh konsekuensi-konsekuensi yang ditimbulkan oleh tingkah laku itu sendiri (Bruno, 1987). Operant adalah sejumlah perilaku atau respon yang membawa efek yang sama terhadap tingkah lingkungan yang dekat (Reber, 1988).

d)     Teori Pendekatan Kognitif

Teori psikologi kognitif adalah bagian terpenting bagi sains kognitif yang telah memberi konstribusi yang sangat berarti dalam perkembangan psikologi. Pendidikan sains kognitif merupakan himpunan disiplin yang terdiri atas psikologi kognitif, ilmu-ilmu komputer, linguistik, intelegensi buatan matematika, epistemology dan neuropsychological/ psikologi syaraf.
Pendekatan psikologi kognitif lebih menekankan arti penting proses internal mental manusia. Dalam pandangan ahli kognitif tingkah laku manusia tampak tidak dapat diukur dan diterbangkan tanpa melibatkan proses mental seperti; motivasi, kesengajaan, keyakinan dan sebagainya.

 

3.      Proses dan Fase Belajar

a)      Definisi proses Belajar

Proses dari bahasa latin “processus” yang berarti “berjalan ke depan” menurut Chaplin (1972) proses adalah suatu perubahan yang menyangkut tingkah laku atau kejiwaan. Dalam psikologi belajar proses berarti cara-cara/langkah-langkah khusus yang dengannya beberapa perubahan ditimbulkan hingga tercapainya hail-hasil tertentu (Reber, 1988). Jadi proses belajar dapat diartikan sebagai tahapan perubahan perilaku kognitif, efektif dan psikomotor yang terjadi dalam diri siswa.

b)      Fase-Fase dalam proses Belajar.

Menurut Jerome S. Bruner, salah seorang penentang teori S.R Bond dalam proses pembelajaran siswa menempuh tiga episode atau fase.

a. Fase informasi (tahap penerimaan materi)

b. Fase transformasi (tahap pengubahan materi)

c. Fase evaluasi (tahap penilaian materi)

Menurut Wittig (1981) dalam bukunya psychology of learning, setiap proses belajar selalu berlangsung dalam 3 tahapan.

a. Actuation (tahap perolehan/penerimaan informasi)

b. Storage (tahap penyimpanan informasi)

c. Retrieval (tahap mendapatkan kembali informasi)

 

E.     ANALISIS TEORI BELAJAR

1.      Teori Belajar Behavioristik

Proses pembelajaran dipengaruhi juga oleh pemahaman guru terhadap aliran atau teori belajar. Ada beberapa jenis aliran atau paham yang dapat dijadikan inspirasi untuk melakukan proses pembelajaran, salah satunya adalah teori behavioristik. Secara umum teori behavioristik lebih melihat sosok atau kualitas manusia dari aspek perilaku yang dapat dilihat. Tokoh teori behavioristik yang terkenal adalah Abraham maslow dan Carl Roger. Inti pikiran Maslow (dalam pembelajaran kontekstual : 2008) antara lain: individu sebagai keseluruhan, tidak relevan pemahaman manusia melalui penyelidikan hewan, manusia pada dasarnya memiliki pembawaan, pada hakekatnya manusia memiliki potensi kreatif, dan menekankan kesehatan psikologi manusia.

Pokok pikiran Roger (dalam pembelajaran kontekstual : 2008) antara lain yaitu: pandangannya yang sangat optimis manusia memiliki potensi untuk berkembang, penciptaan metode terapi yang terpusat Klin (Clin centered therapy) dalam menghadapi masalah pribadi yang dialami manusia. Selain Maslow dan Roger tokoh behavioris yang lain adalah Pavlov, Watson, Thorndike, dan Skinner. Thorndike (1874-1949) mengemukakan hubungan sebab akibat antara stimulus dan respon. Hubungan ini dikenal dengan hukum akibat, latihan, dan kesiapan. Hukum akibat menyatakan bahwa ketika stimulus dan respon dihargai secara positif akan terjadi penguatan dalam belajar.

Menurut Watson (1878-1958), seseorang dilahirkan dengan beberapa reflek serta reaksi emosional terhadap cinta dan kegusaran. Perilaku lainnya dapat dibangun melalui hubungan stimulus-respon dalam pengkondisian. Skinner (1904-1990) juga meyakini hubungan stimulus-respon, tetapi Skinner lebih menekankan pada perubahan tingkah laku yang dapat diamati dengan mengabaikan kemungkinan yang terjadi dalam proses berpikir pada otak seseorang.

Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa teori behavioristik menekankan perhatian pada perubahan tingkah laku yang dapat diamati setelah seseorang diberi perlakuan, perilaku dapat dikuatkan atau dihentikan melalui ganjaran atau hukuman, dan guru tidak perlu tahu pengetahuan apa yang telah diketahui dan apa yang terjadi pada proses berpikir seseorang. Proses pembelajaran menurut teori behavioristik adalah bahwa proses pembelajaran lebih menekankan pada proses pemberian stimulus (rangsangan) dan rutinitas respon yang dilakukan oleh siswa. Inti pembelajaran dalam pandangan behavioristik adalah terletak pada stimulus dan respon (S-R). Keberhasilan belajar menurut teori behavioristik ditentukan oleh adanya interaksi adanya stimulus dan respon yang diterima oleh manusia.

 

2.      Teori Belajar Kognitif

Kognitif adalah salah satu ranah dalam taksonomi pendidikan. Kognitif berarti persoalan yang menyangkut kemampuan untuk mengembangkan kemampuan rasional/akal. Teori kognitif lebih menekankan bagaimana proses atau upaya untuk mengoptimalkan kemampuan aspek rasional yang dimilki oleh orang lain.

Teori kognitif merupakan suatu bentuk teori belajar yang sering disebut sebagai model perseptual, yaitu proses untuk membangun atau membimbing siswa dalam melatih kemampuan mengoptimalkan proses pemahaman terhadap suatu objek. Secara umum teori kognitif memiliki pandangan bahwa belajar atau pembelajaran adalah suatu proses yang lebih menitikberatkan proses membangun ingatan, retensi, pengolahan informasi, emosi, dan aspek-aspek yang bersifat intelektualitas lainnya. Tokoh-tokoh alirn kognitif antara lain adalah Jean Piaget dan Jerome S. Brunner.

Menurut Piaget, perkembangan kognitif seseorang atau siswa adalah proses yang bersifat genetik. Artinya proses belajar didasarkan atas mekanisme biologis perkembangan sistem syaraf. Oleh sebab itu, makin bertambahnya umur seorang siswa mengakibatkan semakin kompleks susunan sel-sel syaraf dan juga semakin meningkatkan kemampuan khususnya dalam bidang kualitas intelektual (kognitif). Tahap perkembangan kognitif anak menurut Piaget adalah, yaitu :

a)      Tahap sensorimotor (umur 0-2 tahun). Pada tahap ini yang menonjol adalah kegiatan motorik dan persepsi sangat sederhana.

b)      Tahap pre-operasional (umur 2-7/8 tahun). Pada tahap ini lebih ditandai dengan penggunaan simbol atau bahasa tanda. Dan juga mulai berkembangnya konsep-konsep intuitif.

c)      Tahap operasional konkret (umur 7/8 tahun- 11/12 tahun). Tahap ini ditandai dengan adanya kemampuan menggunakan aturan-aturan yang sistematis, logis, dan empiris. Pada tahap ini juga adalah tahap melakukan transformasi informasi ke dalam dirinya sehingga tindakan lebih efektif.

d)     Tahap operasional formal (umur 11/12- 18 tahun). Tahap ini ditandai dengan adanya kemampuan anak dalam berfikir abstrak dan logis, serta memiliki kemampuan menggunakan pola berfikir dan mampu berfikir ilmiah.

 

Tahapan perkembangan akan berjalan secara linier atau relevan dengan kualitas berpikir, makin tinggi tahap perkembangan kognitif membawa implikasi terhadap teraturnya dan semakin abstrak cara berpikir yang dilakukan oleh seorang anak.

Menurut Brunner, perkembangan kognitif seseorang terjadi melalui tiga tahap yaitu enaktif, ikonik, dan simbolik. Tahap enaktif, seseorang melakukan aktivitas-aktivitas dalam upayanya untuk memahami lingkungan sekitar. Tahap ikonik, seseorang memahami objek-objek atau dunianya melalui gambar –gambar atau visualisasi verbal. Dan pada tahap simbolik, seseorang telah mampu memiliki ide-ide atau gagasan abstrak yang sangat dipengaruhi oleh kemampuannya dalam berbahasa dan logika. Menurut Brunner, perkembangan kognitif seseorang dapat dilakukan dengan cara gaya mengajar yang dilakukan dengan menggunakan cara kerja dari sederhana/kecil ke arah yang lebih rumit atau luas.

Jadi teori kognitif menyatakan bahwa tingkah laku seseorang ditentukan oleh persepsi serta pemahaman tentang situasi yang berhubungan dengan dirinya. Belajar merupakan perubahan persepsi dan pemahaman yang tidak selalu dapat terlihat sebagai tingkah laku yang tampak.

 

3.      Teori Belajar Konstruktivisme

Konstruktivisme juga bagian dari teori kognitif. Teori kognitif dalam belajar memiliki perbedaan dengan cara pandang teori konstruktivisme. Menurut cara pandang teori konstruktivisme belajar adalah proses untuk membangun pengetahuan melalui pengalaman nyata dari lapangan. Artinya siswa akan cepat memiliki pengetahuan jika pengetahuan itu dibangun atas dasar realitas yang ada di dalam lapangan.

Pembelajaran harus mampu memberikan pengalaman nyata bagi siswa, sehingga model pembelajarannya dilakukan secara natural. Penekanan teori kontruktivisme bukan pada membangun kualitas kognitif, tetapi lebih pada proses untuk menemukan teori yang dibangun dari realitas lapangan. Belajar bukanlah proses teknologisasi (robot) bagi siswa, melainkan proses untuk membangun penghayatan terhadap suatu materi yang disampaikan. C. Asri Budiningsih dalam buku Pembelajaran Moral menyatakan bahwa keberhasilan belajar sangat ditentukan oleh peran social yang ada dalam diri siswa. Menurut C. Asri Budiningsih, ada dua macam proses adaptasi yaitu adaptasi yang bersifat autoplastis dan adaptasi aloplastis.

Adaptasi autoplastis adalah proses penyesuaian diri dengan cara mengubah diri sesuai dengan suasana lingkungan, adaptasi aloplastis adalah adaptasi dengan cara mengubah situasi lingkungan sesuai dengan keinginan dirinya sendiri. Paul Suparno SJ dalam buku Reformasi pendidikan menyatakan bahwa model pembelajaran yang dianggap tepat menurut teori konstruktivisme adalah model pembelajaran yang demokratis dan dialogis. Pembelajaran harus member ruang kebebasan siswa untuk melakukan kritik, memiliki peluang yang luas untuk mengungkapkan ide tau gagasannya, guru tidak memiliki jiwa otoriter atau diktaktor. Menurut pandangan konstruktivisme dalam proses pembelajaran siswa harus aktif melakukan kegiatan, aktif berpikir, menyusun konsep dan memberi makna tentang hal-hal yang dipelajari.

Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran konstruktivisme lebih menekankan pada pembelajaran yang nyata sesuai dengan situasi lingkungan yang ada.

 

4.      Teori Belajar Humanistik

Teori humanistik menjelaskan bahwa poses belajar harus dimulai dan ditunjukkan untuk kepentingan memanusiakan manusia (proses humanisasi). Teori humanistik sifatnya lebih menekankan bagaimana memahami persoalan manusia dari berbagai dimensi yang dimiliki, baik dimensi kognitif, afektif, dan psikomotor. Teori humanistik tidak bisa serta mampu menciptakan peserta didik menjadi sosok manusia yang ideal, dalam proses pembelajaran harus mampu menciptakan situasi dan kondisi yang menyebabkan manusia memiliki kebebasan untuk beraktualisasi, kebebasan untuk berpikir alternatif, dan kebebasan untuk menemukan konsep dan prinsip.

Tokoh teori belajar humanisme antara lain: Kolb, Honey dan Mumford, serta Habermas. Menurut Kolb teori belajar dibagi dalam empat tahap yaitu: tahap pengalaman konkret, tahap pengamatan aktif dan reflektif, tahap konseptualisasi, dan tahap eksperimentasi aktif. Pada tahap pengalaman konkret belajar adalah seseorang mampu atau dapat mengalami suatu peristiwa atau suatu kejadian sebagaimana adanya. Pada tahap pengamatan aktif dan reflektif belajar harus memberi kesempatan kepada seluruh siswa melakukan observasi secara aktif terhadap peristiwa yang dialaminya. Pada tahap konseptualisasi, setelah siswa diberi kebebasan melakukan pengamatan, maka selanjutnya siswa diberi kebebasan untuk merumuskan konseptualisasi hasil pengamatannya. Artinya siswa berupaya untuk membuat abstraksi, mengembangkan teori, konsep atau hukum dan prosedur tentang sesuatu yang menjadi objek perhatiannya. Sedangkan pada tahap eksperimen aktif, belajar harus mampu melakukan eksperimentasi secara aktif. Seseorang sudah mampu mengaplikasi konsep-konsep, teori-teori, atau aturan-aturan ke dalam situasi nyata. Tahap-tahap teori ini tidak dapat dipisahkan, karena suatu siklus yang berkesinambungan dan berlangsung di luar kesadaran orang yang belajar.

Menurut pandangan Honey dan Mumford orang yang belajar digolongkan dalam empat macam kelompok, yaitu kelompok aktivis, golongan reflector, kelompok teoritis, dan golongan pragmatis. Cara kerja manusia ditentukan oleh dua dimensi yaitu dimensi kualitas berpikir abstrak (BA) dan kualitas kerja (KK). Semakin tinggi BA akan melahirkan manusia yang kritis dan idealis, semakin tinggi BA akan melahirkan sosok manusia yang pekerja tinggi. Habermas berpandangan bahwa belajar akan efektif jika ada proses interaksi antara individu/siswa dengan realitas sosial yang ada di sekitar dirinya. Keberhasilan pembelajaran jika guru mampu mengaitkan materi pelajaran dengan fenomena kehidupan sekitar.

Dapat disimpulkan bahwa teori belajar humanistik lebih mementingkan kepentingan peserta didik dari kepentingan lainnya, jadi dalam pembelajaran siswa lebih aktif sesuai dengan kemampuannya.

 

  

BAB III

PENUTUP

 

A.    KESIMPULAN

Dari beberapa penjabaran di atas dapat disimpulkan bahwa dalam dunia pendidikan baik masa lalu, masa kini, ataupun masa yang akan datang selalu mengalami perkembangan ke arah yang lebih baik demi tercapainya tujuan pendidikan. Selain itu, dalam proses pembelajaran juga terdapat berbagai macam teori belajar yang sangat berpengaruh dalam pembelajaran. Di antaranya adalah behavioris, kognitif, konstruktif, dan juga humanistik. Setiap teori memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing, sehingga setiap teori tidak dapat berjalan sendiri tanpa ada pengaruh dari teori yang lain. Dalam teori belajar terdapat pergeseran-pergeseran dari masing-masing teori.

 

B.     SARAN

Berpikir dan mengingat merupakan cara yang baik dalam proses belajar. Oleh karena itu sebagai kaum pelajar kita harus mengembangkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam belajar kita perlu mengenal tujuan dan harapan apa yang kita inginkan dalam kegiatan belajar tersebut, sehingga kita mengerti makna sebenarnya dari belajar dalam kesadaran dan pemahaman diri sendiri.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

–           Fauzi, Ahmad.Drs. H. 1999. Untuk Fakultas Tarbiyah Komponen MKDK. Bandung: Penerbit: Pustaka Setia.

–           Hill, F, Wilfred. 2009.Theories of Learning. Terj. Teori-teori Pembelajaran. Bandung: Nusa Media.

–           Saekhan Muchith. 2008. Pembelajaran Kontekstual. Semarang: Rasail Media Group.

–           Ella Yulaelawati. 2004. Kurikulum dan Pembelajaran. Bandung: Pakar raya.

 

Asal Usul dan Kejadian Manusia Menurut Al Qur’an

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar balakang

Manusia pada dasarnya adalah makhluk budaya yang harus membudayakan dirinya. Manusia sebagai makhluk budaya mampu melepaskan diri dari ikatan dorongan nalurinya serta mampu menguasai alam sekitarnya dengan alat pengetahuan yang dimilikinya. Hal ini berbeda dengan binatang sebagai makhluk hidup yang sama-sama makhluk alamiah dengan manusia dia tidak dapat melepaskan dari ikatan dorongan nalurinya dan terikat erat oleh alam sekitarnya.

Manusia diciptakan Allah Swt. Berasal dari saripati tanah, lalu menjadi nutfah, alaqah, dan mudgah sehingga akhirnya menjadi makhluk yang paling sempurna yang memiliki berbagai kemampuan. Oleh karena itu, manusia wajib bersyukur atas karunia yang telah diberikan Allah Swt. Manusia menurut pandangan al-Quran, al-Quran tidak menjelaskan asal-usul kejadian manusia secara rinci. Dalam hal ini al-Quran hanya menjelaskan mengenai prinsip-prinsipnya saja. Ayat-ayat mengenai hal tersebut terdapat dalam surat Nuh 17, Ash-Shaffat 11, Al-Mukminuun 12-13, Ar-Rum 20, Ali Imran 59, As-Sajdah 7-9, Al-Hijr 28, dan Al-Hajj 5.

Al-Quran menerangkan bahwa manusia berasal tanah dengan mempergunakan bermacam-macam istilah, seperti : Turab, Thien, Shal-shal, dan Sualalah. Hal ini dapat diartikan bahwa jasad manusia diciptakan Allah dari bermacam-macam unsure kimiawi yang terdapat dari tanah. Adapun tahapan-tahapan dalam proses selanjutnya, al-Quran tidak menjelaskan secara rinci. Manusia yang sekarang ini, prosesnya dapat diamati meskipun secara bersusah payah. Berdasarkan pengamatan yang mendalam dapat diketahui bahwa manusia dilahirkan ibu dari rahimnya yang proses penciptaannya dimulai sejak pertemuan antara permatozoa dengan ovum.

Perbedaan pendapat tentang apakah adam manusia pertama atau tidak, diciptakan langsung atau melalui suatu proses tampaknya tidak akan ada ujungnya karena masing-masing akan teguh pada pendiriannya. Jika polemik ini senantiasa diperpanjang, jangan-jangan hanya akan menghabiskan waktu dan tidak sempat lagi memikirkan tentang status dn tugas yang telah ditetapkan Allah pada manusia al-Quran cukup lengkap dalam memberikan informasi tentang itu. Maka dari itu sebagai penulis saya bermaksud menerangkan dan menganalisis ayat-ayat dan hadist tentang penciptaan manusia secara rinci.

1.2 Perumusan Masalah

Rumusan masalah dalam makalah ini adalah :

1.2.1 Ayat-ayat apa saja dalam Al-Quran yang menjelaskan tentang proses kejadian manusia?

1.2.2 Bagaimanakah penghayatan ayat-ayat dalam Al-Quran yang menjelaskan tentang asal-usul manusia?

1.2.3  Bagaimanakah hadist yang menjelaskan tentang kejadian dan asal usul manusia?

1.2.4  Apa Tujuan dan Tugas Manusia diciptakan menurut Al-Quran?

1.3 Tujuan

Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :

1.3.1    Mengetahui Ayat-ayat dalam Al-Quran yang menjelaskan tentang proses kejadian manusia.

1.3.2  Mengetahui Ayat-ayat dalam Al-Quran yang menjelaskan tentang Asal- usul Kejadian Manusia.

1.3.3   Mengetahui Hadist yang menjelaskan tentang kejadian dan asal usul manusia.

1.3.4   Mengetahui Tujuan dan Tugas Manusia diciptakan menurut Al-Quran

1.4 Ruang lingkup

Ruang lingkup yang saya tulis dalam makalah ini merupakan fokus terhadap ayat-ayat Al-Quran dan Al-Hadist yang didalamnya terkandung tentang proses, asal usul penciptaan/kejadian manusia sejak dalam rahim sampai menjadi khalifah dimuka bumi ini.

BAB II

KAJIAN  PUSTAKA

2.1 Manusia

Manusia adalah mahluk yang luar biasa kompleks. Kita merupakan paduan antara mahluk material dan mahluk spiritual. Dinamika manusia tidak tinggal diam karena manusia sebagai dinamika selalu mengaktivisasikan dirinya.

Berikut ini adalah pengertian dan definisi manusia menurut beberapa ahli:

NICOLAUS D. & A. SUDIARJA

Manusia adalah bhineka, tetapi tunggal. Bhineka karena ia adalah jasmani dan rohani akan tetapi tunggal karena jasmani dan rohani merupakan satu barang

ABINENO J. I

Manusia adalah “tubuh yang berjiwa” dan bukan “jiwa abadi yang berada atau yang terbungkus dalam tubuh yang fana”

UPANISADS

Manusia adalah kombinasi dari unsur-unsur roh (atman), jiwa, pikiran, dan prana atau badan fisik.

SOKRATES

Manusia adalah mahluk hidup berkaki dua yang tidak berbulu dengan kuku datar dan lebar.
KEES BERTENS

Manusia adalah suatu mahluk yang terdiri dari 2 unsur yang kesatuannya tidak dinyatakan.
I WAYAN WATRA

Manusia adalah mahluk yang dinamis dengan trias dinamikanya, yaitu cipta, rasa dan karsa.
OMAR MOHAMMAD AL-TOUMY AL-SYAIBANY

Manusia adalah mahluk yang paling mulia, manusia adalah mahluk yang berfikir, dan manusia adalah mahluk yang memiliki 3 dimensi (badan, akal, dan ruh), manusia dalam pertumbuhannya dipengaruhi faktor keturunan dan lingkungan.

ERBE SENTANU

Manusia adalah mahluk sebaik-baiknya ciptaan-Nya. Bahkan bisa dibilang manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna dibandingkan dengan mahluk yang lain.
PAULA J. C & JANET W. K

Manusia adalah mahluk terbuka, bebas memilih makna dalam situasi, mengemban tanggung jawab atas keputusan yang hidup secara kontinu serta turut menyusun pola berhubungan dan unggul multidimensi dengan berbagai kemungkinan.

2.2 Proses Penciptaan Manusia Menurut Pandangan Ilmu Pengetahuan Umum

Penjelasan tentang proses penciptaan manusia sebelum dijelaskan menurut pandangan ilmu pengetahuan umum Allah SWT sudah terlebih dahulu mejelaskan perihal kejadian tersebut dalam Al Qur’an seperti dalam surat Al-Mu’min, 40 : 67 bahwa Manusia adalah keturunan Nabi Adam As, jasmaninya berproses dari saripati tanah. Tumbuh-tumbuhan menghisap saripati tanah itu dan hewan memakan sebagian tumbuh-tumbuhan. Manusia memakan tumbuh-tumbuhan dan hewan. Ini berarti ke dalam tubuh manusia telah masuk unsur saripati tanah.

Sebagian saripati makanan (saripati tanah), berproses manjadi nuthfah (air yang berisi spermatozoa, disebut sperma) yang terdapat pada laki-laki (suami). Melalui proses senggama, nuthfah masuk ke dalam qarar (rahim atau kandungan ibu). Di dalam rahim, nuthfah (sperma) bertemu dengan sel telur atau ovum, sehingga terjadi pembuahan.
2.3  Proses Penciptaan Manusia Menurut ilmu Biologi

Menurut ilmu Biologi, manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan asal kejadiannya adalah dari tanah. Hal ini telah dibuktikan dengan menggunakan metode abu bekas bakaran dari makhluk hidup tersebut. Hasil penelitian tersebut diketahui bahwa unsur-unsur asli yang ada pada manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan sama dengan unsur-unsur yang terdapat dalam tanah, yaitu Oksigen ( O ), Hidrogen ( H ), Zat Belerang ( S ), Zat Arang ( C ), Kalium ( K ), Natrium ( Na ), Yodium ( J ), Asam Arang ( CO2 ), Air ( H2O ) dan zat-zat lainyya yang berfungsi sebagai pelengkap.
Senada dengan pendapat di atas, Prof. Bahi Khuli mengemukakan bahwa ada unsur yang sama antara debu dan jasad manusia. Unsur-unsur tesebut adalah : Oksigen = 63 % – Karbon = 20,20 % – Hidrogen = 9,90 % – Nitrogen = 2,50 % – Kalsium = 2,45 % – Phaspor = 1,01 % – Klor = 0,16 % – Fhlor = 0,14 % – Kaporit = 0,14 % – Photasium = 0,11 % – Sodium = 0,10 % – Magnesium = 0,07 % – zat besi = 0,01 % – Yodium+Silikon+Magnet = Molekul atom.

2.4 Perbandingan Asal-usul Manusia Menurut Al-Quran dan Ilmu Dunia

Perbedaan pendapat tentang apakah adam manusia pertama atau tidak, diciptakan langsung atau melalui suatu proses tampaknya tidak akan ada ujungnya karena masing-masing akan teguh pada pendiriannya. Jika polemik ini senantiasa diperpanjang, jangan-jangan hanya akan menghabiskan waktu dan tidak sempat lagi memikirkan tentang status dn tugas yang telah ditetapkan Allah pada manusia al-Quran cukup lengkap dalam memberikan informasi tentang itu.

Untuk memahami informasi tersebut secara mendalam, ahli-ahli kimi, biologi, dan lain-lainnya perlu dilibatkan, agar dalam memahami ayat-ayat tersebut tidak secara harfiah. Yang perlu diingatkan sekarang adalah bahwa manusia oleh Allah, diharapkan menjadi khalifah ( pemilih atau penerus ajaran Allah ). Status manusia sebagai khalifah , dinyatakan dalam al-baqarah 30. kata khalifah berasal dari kata khalafa yakhlifu khilafatan atau khalifatan yang berarti meneruskan, sehingga kata khalifah dapat diartikan sebagai pemilih atau penerus ajaran Allah. Kebanyakan umat Islam menerjemahkan dengan pemimpin atau pengganti, yang biasanya dihubunkan dengan jabatan pimpinan umat islam sesudah Nabi Muhammad saw wafat , baik pimpinan yang termasuk khulafaurrasyidin maupun di masa Muawiyah-‘Abbasiah.

Perlu diingat bahwa istilah khalifah pernah dimunculkan Abu bakar pada waktu dipercaya untuk memimpin umat islam. Pada waktu itu beliau mengucapkan inni khalifaur rasulillah, yang berarti aku adalah pelanjut sunah rasulillah. Dalam pidatonya setelah diangkat oleh umat islam, abu bakar antara lain menyatakan “selama saya menaati Allah, maka ikutilah saya, tetapi apabila saya menyimpang , maka luruskanlah saya”. Jika demikian pengertian khalifah, maka tidak setiap manusia mampu menerima atau melaksanakan kekhalifahannya. Hal itu karena kenyataan menunjukkan bahwa tidak semua orang mau memilih ajaran Allah.

Sejarah asal mula manusia menurut Islam dan teori evolusi menurut para ahli. Begitu banyak penemuan manusia dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, tapi masih ada satu permasalahan yang hingga kini belum mampu dijawab dan dijabarkan oleh manusia secara eksak dan ilmiah. Masalah itu ialah masalah tentang asal usul kejadian manusia.

Banyak para ahli mempercayai bahwa, kehidupan manusia berawal dari terpisahnya sebuah spesies hominid dari garis evolusi primata yang akan menurunkan simpanse dan gorila. Kemudian, hominid ini berkembang dan menurunkan manusia modern, Homo sapiens. pernyataan ini dipengaruhi oleh teori evolusi yang dikemukakan oleh Charles Darwin.

Teori evolusi adalah suatu teori yang menyatakan bahwa makhluk hidup pada masa lampau, beradaptasi dan mengalami perubahan bentuk bagian-bagian tubuhnya. biasanya, proses ini terjadi dalam waktu yang sangat lama. Proses ini disebut evolusi.

Teori evolusi mengatakan bahwa manusia merupakan keturunan dari hominid. Hominid adalah makhluk hidup yang memiliki ciri-ciri diantara manusia dan kera. Banyak fosil-fosil hominid ini tersebar di seluruh bagian dunia. Fosil hominid tertua yang pernah ditemukan adalah Australopithecus africanus. Hominid ini ditemukan di Afrika. Australopithecus memiliki kapasitas otak sebesar 450 cc. Hominid ini sudah bisa berjalan dengan posisi tegak. Posisi tegak ini sangat penting karena, posisi ini memberikan beberapa keuntungan bagi hominid ini. Contohnya hominid ini sudah bisa melihat benda dalam jarak yang jauh dan ia sudah bisa memindahkan berat ke tangan.

Sekitar 2 juta tahun yang lalu, muncullah Homo habilis, spesies ini diperkirakan merupakan keturunan dari Australopithecus africanus. Homo habilis sudah memiliki kemampuan untuk membuat peralatan-peralatan kasar dari batu-batuan dan tulang hewan. Mereka bertahan hingga sekitar 1,5 juta tahun yang lalu. Kemudian, mereka digantikan oleh Homo Erectus.

Homo erectus adalah jenis hominid yang kemungkinan besar merupakan keturunan dari Homo Habilis. Homo erectus memiliki kapasitas otak yang lebih besar daripada Homo habilis. Mereka sudah mamou membuat peralatan yang lebih halus dan rapi dari bebatuan dan tulang hewan.

Kemudian, Homo erctus menurunkan Homo Neanderthalensis. Homo Neanderthalensis hidup di gua-gua dan telah bisa mengubur orang mati. Di beberapa wilayah, mereka mampu bertahan sampai 40.000 tahun yang lalu. Akan tetapi, mereka punah dan digantikan Homo sapiens, manusia modern.

BAB III

PEMBAHASAN

3.1  Proses Kejadian Manusia menurut Al-Quran

1.  Proses Kejadian Manusia Pertama (Adam)

Di dalam Al Qur’an dijelaskan bahwa Adam diciptakan oleh Allah dari tanah kemudian dibentuk oleh Allah dengan bentuk yang sebaik-baiknya. Setelah sempurna maka oleh Allah ditiupkan ruh kepadanya maka dia menjadi hidup. Hal ini ditegaskan oleh Allah di dalam firman-Nya :

yang membuat sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah”. (QS. As Sajdah (32) : 7)

Dan Allah juga berfirman dalam Qur’an Surat Al-Hijr :26

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering  (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk”. (QS. Al Hijr (15) : 26)

2. Proses Kejadian Manusia Kedua (Siti Hawa)

Pada dasarnya segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah di dunia ini selalu dalam keadaan berpasang-pasangan. Demikian halnya dengan manusia, Allah berkehendak menciptakan lawan jenisnya untuk dijadikan kawan hidup (isteri). Hal ini dijelaskan oleh Allah dalam salah satu firman-Nya :

“Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui” (QS. Yaasiin (36) : 36)

Adapun proses kejadian manusia kedua ini oleh Allah dijelaskan di dalam surat An Nisaa’ ayat 1 yaitu :

“Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya, dan daripada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang sangat banyak…” (QS. An Nisaa’ (4) : 1)

Apabila kita amati proses kejadian manusia kedua ini, maka secara tak langsung hubungan manusia laki-laki dan perempuan melalui perkawinan adalah usaha untuk menyatukan kembali tulang rusuk yang telah dipisahkan dari tempat semula dalam bentuk yang lain. Dengan perkawinan itu maka akan lahirlah keturunan yang akan meneruskan generasinya.

3.2  Asal- usul Kejadian Manusia menurut Al-Quran

Proses Kejadian Manusia Ketiga (semua keturunan Adam dan Hawa) adalah asal usul mausia, yaitu kita diciptakan tidak langsung seperti nabi Adam As. Dan Siti Hawa, namun ada beberapa proses yang Allah firmankan dalam Al-Qur’an. Kejadian manusia ketiga adalah kejadian semua keturunan Adam dan Hawa kecuali Nabi Isa a.s. Dalam proses ini disamping dapat ditinjau menurut Al Qur’an dan Al Hadits dapat pula ditinjau secara medis. Di dalam Al Qur’an proses kejadian manusia secara biologis dejelaskan secara terperinci melalui firman-Nya :

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia itu dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan ia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.” (QS. Al Mu’minuun (23) : 12-14)

Ungkapan ilmiah dari Al Qur’an dan Hadits 15 abad silam telah menjadi bahan penelitian bagi para ahli biologi untuk memperdalam ilmu tentang organ-organ jasad manusia. Selanjutnya yang dimaksud di dalam Al Qur’an dengan “saripati berasal dari tanah” sebagai substansi dasar kehidupan manusia adalah protein, sari-sari makanan yang kita makan yang semua berasal dan hidup dari tanah. Yang kemudian melalui proses metabolisme yang ada di dalam tubuh diantaranya menghasilkan hormon (sperma), kemudian hasil dari pernikahan (hubungan seksual), maka terjadilah pemba’uran antara sperma (lelaki) dan ovum (sel telur wanita) di dalam rahim. Kemudian berproses hingga mewujudkan bentuk manusia yang sempurna (seperti dijelaskan dalam ayat diatas).

Ibnu Mandzur rahimahullah berkata : ” ‘Alaqoh adalah binatang kecil yang ada di air yang menghisap darah, jamaknya ‘Alaq” dan berkata juga :” Binatang merah kecil, ada di air, terkadang menempel di badan dan menghisap darah”[1][1]

Fairuz Abadi rahimahullah berkata :” ‘Alaqoh adalah binatang kecil yang berada di air yang menghisap darah”.[2][2]  Perkataan para Ahli tafsir terdahulu semuanya sama dan tidak keluar dari penafsiran ahli bahasa. Adapun sebagian Ahli tafsir zaman sekarang telah mengisyaratkan apa yang sesuai dengan penemuan – penemuan di zaman sekarang.

Ibnu ‘Asyuur , ahli tafsir masa kini berkata : “Termasuk dari Mukjizat Alqur’an tentang keilmuan adalah penamaan janin fase ini dengan nama ‘Alaqoh. Itu adalah penamaan yang sangat bagus dan serasi, karena telah diteliti bahwa bagian kecil yang terbentuk dari Nuthfah (yaitu ‘Alaqoh ) dia punya daya hisap yang kuat yang menghisap darah dari ibu, karena dia menempel di urat-urat yang ada di rahim ibu, dimana darah disuplai kepadanya. Dan ‘Alaqoh adalah segumpal darah yang membeku[3][3].

Para ahli dari barat baru menemukan masalah pertumbuhan embrio secara bertahap pada tahun 1940 dan baru dibuktikan pada tahun 1955, tetapi dalam Al Qur’an dan Hadits yang diturunkan 15 abad lalu hal ini sudah tercantum.

Ini sangat mengagumkan bagi salah seorang embriolog terkemuka dari Amerika yaitu Prof. Dr. Keith Moore, beliau mengatakan : “Saya takjub pada keakuratan ilmiyah pernyataan Al Qur’an yang diturunkan pada abad ke-7 M itu”. Selain itu beliau juga mengatakan, “Dari ungkapan Al Qur’an dan hadits banyak mengilhami para scientist (ilmuwan) sekarang untuk mengetahui perkembangan hidup manusia yang diawali dengan sel tunggal (zygote) yang terbentuk ketika ovum (sel kelamin betina) dibuahi oleh sperma (sel kelamin jantan). Kesemuanya itu belum diketahui oleh Spalanzani sampai dengan eksperimennya pada abad ke-18, demikian pula ide tentang perkembangan yang dihasilkan dari perencanaan genetik dari kromosom zygote belum ditemukan sampai akhir abad ke-19. Tetapi jauh sebelumnya Al Qur’an telah menegaskan dari nutfah Dia (Allah) menciptakannya dan kemudian (hadits menjelaskan bahwa Allah) menentukan sifat-sifat dan nasibnya.

Sebagai bukti yang konkrit di dalam penelitian ilmu genetika (janin) bahwa selama embriyo berada di dalam kandungan ada tiga selubung yang menutupinya yaitu dinding abdomen (perut) ibu, dinding uterus (rahim), dan lapisan tipis amichirionic (kegelapan di dalam perut, kegelapan dalam rahim, dan kegelapan dalam selaput yang menutup/membungkus anak dalam rahim). Hal ini ternyata sangat cocok dengan apa yang dijelaskan oleh Allah di dalam Al Qur’an :

6. Dia menciptakan kamu dari seorang diri kemudian Dia jadikan daripadanya isterinya dan Dia menurunkan untuk kamu delapan ekor yang berpasangan dari binatang ternak. Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan yang mempunyai kerajaan. tidak ada Tuhan selain dia; Maka bagaimana kamu dapat dipalingkan”. (QS. Az Zumar (39) : 6).

3.3  Hadist tentang Kejadian dan Asal usul Manusia

1. Hadist tentang Proses Kejadian Manusia

عَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ قاَلَ ;حَدَّثَناَ رَسُوْلُ اللّهِ .صلم. وَهُوَ الصَّادِقُ الْمَصْدُوْقُ ; إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيُجْمَعُ خَلْقُهُ فِيْ بَطْنِ أُمِّه أَرْبَعِيْنَ يَوْماً نُطْفَةً ، ثُمَّ يَكُوْنُ عَلَقَةً مِثْلَ ذاَلِكَ ، ثُمَّ يَكُوْنُ مُضْغَةً مِثْلَ ذاَلِكَ ،  ثُمَّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِماَتٍ ; رِزْقِه ، وَأَجَلِه ، وَعَمَلِه ، وَهَلْ هُوَ شَقِيٌّ أَوْ سَعِيْدٌ – الحديث رواه أحمد

a .  Kosa Kata

Orang yang terpercaya  : الْمَصْدُوْقُ    Benar-benar dihimpun / diproses    : لَيُجْمَعُ         Perut    : بَطْنِ          40 hari   : أَرْبَعِيْنَ يَوْماً        Dikirim ; diutus      : يُرْسَلُ

Untuk meniupkan / memasangkan      : فَيَنْفُخُ    4 ketentuan  : بِأَرْبَعِ كَلِماَتٍ           Orang yang celaka       : شَقِيٌّ               Orang yang beruntung       : سَعِيْدٌ

b. Terjemahan Hadis

“ Dari Ibnu Mas’ud RA, ia berkata : Telah bersabda kepada kami Rasulullah SAW – Beliau  adalah orang yang jujur dan terpercaya – ; “ Sesungguhnya seorang diantara kamu ( setiap kamu ) benar-benar diproses kejadiannya dalam perut ibunya selama 40 hari berwujud air mani; kemudian berproses lagi selama 40 hari menjadi segumpal darah; lantas berproses lagi selama 40 hari menjadi segumpal daging; kemudian malaikat dikirim kepadanya untuk meniupkan roh kedalamnya; lantas ( sang janin ) itu ditetapkan dalam 4 ketentuan : 1. Ditentukan ( kadar ) rizkinya, 2. Ditentukan batas umurnya, 3. Ditentukan amal perbuatannya, 4. Ditentukan apakah ia tergolomg orang celaka ataukah orang yang beruntung “ .Hadis ini masih ada kelanjutannya ( HR Ahmad ).

c. Penjelasan Hadis :

Hadis tersebut Dimuka menjelaskan proses kejadian manusia dalam rahim ibunya, yaitu 40 hari pertama berwujud “ Nutfah “ ( air mani laki-laki bersenyawa dengan sel telur perempuan ), 40 hari kedua berproses menjadi “ Alaqah “ ( segumpal darah ), 40 hari ketiga berproses menjadi “ Mudlghoh “ ( segumpal daging ).

Hadis tersebut di muka lebih lanjut menjelaskan bahwa saat berwujud nudlghah itulah Allah SWT mengirim malaikat untuk memasangkan roh kepadanya bersamaan dengan ditetapkannya 4 ketentuan sebagaimana telah disebutkan dalam hadis.

2. Hadist tentang Asal usul Manusia

Di dalam salah satu Hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dijelaskan :

“Maka sesungguhnya perempuan itu diciptakan dari tulang rusuk Adam”

     (HR. Bukhari-Muslim)

Disamping Allah SWT menjelaskan secara rinci tentang penciptaan manusia pertama itu dalam Al-Qur’an. Di dalam sebuah Hadits Rasulullah saw bersabda :

“Sesunguhnya manusia itu berasal dari Adam dan Adam itu (diciptakan) dari tanah”. (HR. Bukhari)

3.4  Tugas Manusia Dimuka Bumi

Didalam Al-Qur’an ada tiga istilah yang digunakan untuk menunjuk manusia yaitu : (1). Menggunakan huruf alif, nun, sin, semacam: insan, ins, nas, dan unas. (2). Menggunakan bashar (3). Menggunakan kata bani Adam dan Zuriyat Adam. Sejatinya kita sudah tau apa tugas kita dimuka bumi ini, kita diciptakan allah SWT sebagai Abdillah (abdinya Allah) dan Khalifah.

1. Manusia Sebagai Abdillah

Kita hidup didunia ini tidak semata-mata untuk bersenang-senang, berpoya – poya dan melakukan hal-hal diluar norma yang sudah alllah SWT gariskan, tidak tahu bahwa nanti kita akan memasuki alam akhirat dan tidak tahu akan ada hari pembalasan. Padahal kita hidup didunia ini yaitu untuk mengabdi atau beribadah kepada Allah SWT, sesuai dengan Firman Allah :

Q.S Adzariyat 56.

56. dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.

Manusia dan jin diperintahkan menyembah Allah SWT, wajib tunduk kepada peraturan Allah SWT, mereka dijadikan atas kehendak-Nya tidak ada seorangpun yang dapat memberikan mampaat atau mendatangkan mudharat karena semuanya adalah dengan kehendak Allah SWT.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surat At-Taubah : 31

“ …. Tidaklah mereka itu diperintahkan untuk menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.

2. Manusia Sebagai Khalifah (Pemimpin)

Nabi Adam AS. Diturunkan kebumi ini untuk menjadi pemimpin yang mengelola bumi, karena manusia mahluk yang sempurna, buktinya dengan kemajuan yang dilahirkan oleh manusia baik dari segi ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin maju. Manusia juga sebagai pemimpin, bagaimana mengatur kesetabilan kehidupan dunia supaya aman, damai, dan sejahtera.

Allah SWT berfirman dalam Qur’an Surat Al-Baqoroh : 30

30. ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: “Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, Padahal Kami Senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

Dalam Al-Qur’an Surat AL-Araf 12

12. Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu aku menyuruhmu?” Menjawab iblis “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang Dia Engkau ciptakan dari tanah”.

 

BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Di dalam Al Qur’an dijelaskan bahwa Adam diciptakan oleh Allah dari tanah yang kering kemudian dibentuk oleh Allah dengan bentuk yang sebaik-baiknya. Setelah sempurna maka oleh Allah ditiupkan ruh kepadanya maka dia menjadi hidup.

Adapun tahap kejadian manusia yaitu;tahap kejadian pertama(Adam);tahap kejadian kedua(Hawa);dan tahap kejadian ketiga(semua keturunan Adam dan hawa)

4.2 Saran

Perlunya bagi kita umat Islam untuk mengetahui lebih dalam lagi mengenai ayat-ayat al-Qur`an. Karena al-Qur`an sebagai pegangan hidup dan di dalamnya telah tertera dengan jelas mengenai segala sesuatunya termasuk ayat Al-Quran yang menyangkut tentang proses penciptaan/terbentuknya atau dengan kata lain kejadian manusia. Tidak sepatutnya kita saling menyombongkan diri, menyalahkan dan membenarkan diri atau takkabur terhadap sesama, karena manusia hanyalah hamba yang lemah  yang hanya diciptakan dari tanah serta tetes air hina. Semua yang berkuasa  dan yang patut sombong hanyalah Allah Azza Wajallah. Maka dari itu mari kita saling menjaga dan intropeksi serta belajar untuk menjadi manusia yang ideal dan manusia yang mempunyai insan  iman dan takqwa.

DAFTAR PUSTAKA

M.Zaky. 2005. Pendidikan Agama Islam. Bandung : PT Indah Jaya Adipratama

M.Qura’isyhab. 2001. Wawasan AlQur’an. Bandung : Mizan

Nata, Abudin. 2010. Tafsir ayat-ayat Pendidikan. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada

Hamka . 1982. Tafsir Al-Azhar. Jakarta : PT Pustaka Panjimas

Hatta , Ahmad. 2009. Tafsir Quran Perkata. Jakarta : Maghfirah Pustaka

Basri, Hasan. 2009. Filsafat Pendidikan. Bandung.CV.Pustaka Setia

http://adisuryadi-pendidikan.blogspot.com/2011/06/makalah-asal-usul-manusia.html

http://harlisa123.blogspot.com/2012/03/makalah-tafsir-tarbawi-tentang-kejadian.html

http://adisuryadi-pendidikan.blogspot.com/2011/06/makalah-asal-usul-manusia.html

http://cintailmuku1.blogspot.com


Uchiha Itachi

Gambar

Fakta Uchiha Itachi

  •   Itachi  dapat diterjemahkan sebagai “musang”
  •  Itachi mendapat peringkat tinggi dalam jajak pendapat popularitas Shonen Jump series. ia terus masuk  dalam sepuluh besar dan mencapai tempat keenam. Dalam jajak pendapat popularitas terbaru, dia naik ke tempat kelima
  • Itachi dan Kisame adalah anggota Akatsuki aktif yg pertama muncul
  • Itachi adalah Shinobi pertama yang terlihat menggunakan izanami
  • Itachi adalah Shinobi yang tercatat 2 kali menggagalkan ambisi orochimaru untuk mendapatkan tubuh Uchiha ::
    >> Saat Orochimaru yang saat itu menjadi anggota akatsuki. mencoba mencuri tubuhnya untuk mendapatkan Sharingan. Itachi menjebak dia di dalam genjutsu dan memutuskan tangan kirinya sebagai hukuman.
    >> Saat pertarungan Sasuke dengan Itachi, setelah sasuke kehabisan terlalu banyak chakra karena menggunakan kirin,orochimaru berhasil mengambil alih kendali atas sasuke dan bangkit kembali melepaskan wujud yamata no orochi,
    itachi akhirnya berhasil memancing orochimaru keluar.dan memungkinkan Orochimaru untuk mengambil kendali Tubuh sasuke, namun itachi memutuskan untuk mengakhiri bualan orochimaru dengan mengurungnya di dalam pedang totsuka.
  • Itachi adalah pahlawan yang sangat berpengaruh dalam Perang Dunia Shinobi 4, dengan berhasil mengalahkan kabuto.dan melenyapkan edo tensei.

© Menurut Databook Naruto ketiga ::

  • Itachi dan Jiraiya memiliki total statistic tertinggi didatabook Naruto
  • Cita-cita  : Bertarung dengan adik kandungnya, Sasuke Uchiha
  • Hobi  : Berkunjung ke warung tradisional Jepang
  • Makanan Favorit  : Onigiri, dan Kubis / Kol
  • Makanan Yang Dibenci  : Bistik / Steak (daging)
  • Misi yang telah diselesaikan : 340 misi
    • 53 D-rank,
    • 152 C-rank,
    • 134 B-rank,
    • 0 A-rank, dan
    • 1 S-rank
  • Kata Favorit  : “Kedamaian” (平和, heiwa)

Itachi yang terlahir dari Klan Uchiha, tumbuh menjadi sebuah kebanggan besar bagi klannya, karena kemampuannya yang begitu luar biasa. Ia dikagumi oleh orang-orang sebagai yang terbaik dari generasinya, dan diakui sebagai seorang jenius yang berada di atas dari yang lainnya. Bahkan jika dibandingkan dengan standar kemampuan bertarung Klan Uchiha, Itachi jauh melampaui standar ini. Kemampuannya ini tidak hanya diakui oleh keluarga, teman, atau bahkan gurunya, tapi oleh seluruh penduduk desa. Saat Itachi masih berumur 4 tahun, Itachi menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri banyaknya jumlah korban nyawa dalam Perang Dunia Shinobi Ketiga, kekejaman perang, dan penderitaan atas perang tersebut. Tragedi ini membuatnya mengalami trauma mental yang sangat hebat, dan membuatnya menjadi seseorang yang mementingkan kepentingan dan kedamaian desa lebih dari apapun juga. Pada usia 7 tahun, Itachi lulus Akademi hanya dalam waktu 1 tahun, dengan nilai tertinggi dari yang lain. Saat umurnya 8 tahun, Itachi sudah dapat menguasai Sharingan, lulus Ujian Chunin saat umurnya masih 10 tahun, dan menjadi ketua ANBU dalam usia yang masih sangat muda, yaitu 13 tahun.

Ayahnya, Fugaku Uchiha, yang merupakan Ketua / Pemimpin Klan Uchiha pada saat itu, sangat bangga pada anak sulungnya itu. Fugaku berpikir bahwa masa depan Klan Uchiha akan cerah di tangan anaknya, Itachi. Hal ini membuat Fugaku memberi perhatian lebih kepada Itachi ketimbang anak bungsunya, Sasuke Uchiha. Sasuke pun hampir tidak dipedulikan sama sekali oleh ayahnya, namun walaupun begitu, masih ada seseorang yang selalu memberikan kasih sayang yang besar terhadap Sasuke. Orang itu adalah Itachi, kakaknya sendiri. Itachi bahkan membujuk ayahnya untuk datang ke upacara penerimaan murid Akademi untuk Sasuke, yang hampir ayahnya lupakan.

Itachi Uchiha saat menjadi anggota Akatsuki.

Itachi kecil bersama keluarganya.

Ketika Klan Uchiha memulai rencana pengkhianatan terhadap Konoha, Itachi, sebagai ANBU yang memiliki kebebasan dan keleluasaan untuk bergerak, menjadi mata-mata Klan Uchiha terhadap Konoha. Menyadari bahwa kudeta Klan Uchiha ini hanya akan menyebabkan peperangan. Dimana peperangan hanya akan membawa banyak penderitaan, Itachi pun berbalik menjadi mata-mata Konoha terhadap Klan Uchiha, dengan menyerahkan informasi tentang Klan Uchiha kepada Hokage Ketiga, dan para petinggi Konoha (Homura, Koharu, dan Danzo). Selama itu, Itachi mulai bertingkah aneh, mulai dari tidak menghadiri rapat penting Klan, berbicara jelek tentang Klan dengan nada menentang, hingga dituduh sebagai pembunuh sahabat baiknya, Shisui.

Itachi rela membantai clannya sendiri, menghentikan segala pemberontakan sehingga menghindari perang yang mungkin terjadi antara konoha dan uchiha,Dia pergi jauh dan masuk Akatsuki sebagai mata-mata untuk melindungi desa sebagai syarat agar keselamatan sasuke bisa terjaga, dan mengorbankan namanya yang di kenal sebagai penghianat oleh warga konoha demi Perdamaian.

Penampilan ::

Walaupun berstatus sebagai seorang kriminal, penampilan Itachi sama sekali tidak menakutkan, kecuali tatapan matanya. Saat masih tinggal di Konoha, ia memiliki tatapan mata yang terlihat lebih lembut, ramah dan penuh rasa iba, terutama terhadap adiknya, Sasuke. Namun setelah bergabung dengan Akatsuki, tghatapan matanya berubah menjadi tampak lebih sangar dan jahat.

Itachi memiliki mata berwarna abu-abu gelap, dan rambut berwarna hitam yang membingkai wajahnya dan menggantung hingga ke dekat pipi, sisa rambutnya diikat kuda ke belakang (ponytail); yang kemudian tertutup oleh kerah tinggi jubah Akatsuki yang ia pakai setelah bergabung. Sebagai saudara kandung, Itachi dan Sasuke memiliki penampilan yang mirip dan tidak jauh berbeda, bahkan saat Naruto pertama kali bertemu dengannya, ia hampir mengira Itachi sebagai Sasuke. Dibandingkan dengan Sasuke, warna rambut Itachi tampak sedikit lebih kusam dan agak pudar, selain itu, aliran rambut Itachi juga lebih halus ketimbang Sasuke. Sedangkan dalam soal kulit, kulit Itachi tampak agak sedikit lebih gelap dari kulit Sasuke. Dan perbedaan yang paling mencolok adalah goresan panjang yang tampak jelas di bagian bawah matanya; ciri fisik yang ia warisi dari ayahnya.

Ketika masih tinggal di Konoha, Itachi biasa memakai kaos hitam dengan simbol khas Klan Uchiha yang berupa kipas di belakangnya, dan celana pendek hitam dengan kantong senjata yang diikat ke belakang. Sedangkan saat mengerjakan misi, ia mengenakan seragam khas ANBU seperti anggota ANBU lainnya. Sebagai anggota Akatsuki, Itachi memakai jubah khas Akatsuki seperti anggota-anggota Akatsuki lainnya, dengan kancing yang terbuka hingga ke tengah-tengah serta pelindung kepala yang tergores. Terkadang, Itachi akan meletakkan tangan kirinya di tengah-tengah kancing jubahnya yang terbuka itu. Setelah jubah Akatsukinya hancur oleh serangan Kirin milik Sasuke, Itachi diperlihatkan memakai pakaian berupa kaos tanpa lengan dengan bagian leher berbentuk V warna biru dan celana panjang biru, dengan jaring-jaring di bawah bajunya dan ikat pinggang putih. Seperti anggota Akatsuki lainnya, Itachi juga memakai ikat kepala desa asalnya dengan tanda goresan yang melambangkan ikatan yang telah terputus dengan desanya. Ia juga memakai cincin khas Akatsuki berwarna merah dengan tulisan Kanji “朱” / shu yang berarti “Merah Delima” di jari manis kirinya. Di kuku jari tangan dan kakinya, diberi kutek berwarna ungu gelap, dan di lehernya terdapat kalung sederhana dengan tiga lingkaran atau cincin yang mengelilingi lehernya.

Setelah dihidupkan kembali dengan jurus Edo Tensei milik Kabuto Yakushi, di mata Itachi terdapat sebuah sklera hitam yang juga dimiliki oleh shinobi-shinobi lainnya yang juga dibangkitkan oleh Kabuto.

Itachi menggunakan Karasu Bunshin (Klon Gagak)

Dalam usia yang masih sangat muda, kecerdasan dan bakat Itachi telah ia tunjukkan dalam berbagai hal, hingga bahkan guru-gurunya di Akademi sendiri mengatakan bahwa dalam perkembangannya sangat sedikit dibutuhkan bantuan. Dalam beberapa pertarungan sejak awal seri dimulai, Itachi telah diperlihatkan sebagai seorang ninja yang sangat kuat, seperti yang ia tunjukkan dari kemampuannya untuk mengalahkan beberapa shinobi yang kuat dengan mudah. Bahkan Kisame Hoshigaki, rekan Itachi di Akatsuki, juga mengakui sendiri bahwa Itachi lebih kuat darinya. Bahkan Madara juga mengatakan bahwa Itachi tidak pernah berhenti membuatnya terkagum akan kemampuannya. Namun, Itachi tetap menyadari keterbatasannya, yang diperlihatkan saat ia bertemu Jiraiya, dan berkata bahwa Jiraiya bukanlah tandingannya. Kelemahan fatal dari Itachi adalah jumlah chakra / staminanya yang berada di bawah rata-rata. Itachi juga nampaknya terserang penyakit yang parah (kemungkinan karena pemakaian Sharingan yang berlebihan) dan menyadari akan ajalnya yang tidak lama lagi. Namun tetap saja, Sasuke masih tidak mampu mengalahkan Itachi, yang akhirnya malah mati akibat kelelahan dan kehabisan chakra.

Itachi adalah seorang yang cinta damai dan mementingkan kepentingan desa lebih dari apapun juga. Hal ini membuat Itachi menjadi seorang shinobi yang tidak suka aktif ambil bagian dalam suatu pertempuran, ia lebih suka mempertahankan diri atau melumpuhkan musuhnya saja daripada membunuhnya, walaupun sebenarnya ia bisa saja melakukan itu.

Kata-kata Terakhir Itachi sebelum menghilang

Itachi to Sasuke

Aku selalu berbohong padamu …
Memintamu untuk memaafkanku …
Aku selalu menjauhkanmu, dengan tanganku sendiri …
Aku tak ingin kau terlibat dalam masalah ini …
Tapi sekarang aku berpikir …
Mungkin kau bisa merubah ayah, ibu, Uchiha …
Kalau saja aku memikirkan ini sejak awal …
Kalau saja aku mencoba untuk melihat semuanya dari sudut pandangmu …
Dan memberitahumu kebenaran ini …
Tapi aku gagal …
Apapun yang aku katakan sekarang,
aku tak akan bisa menggapaimu …
Itulah kenapa akhirnya aku mengatakan apa yang sebenarnya aku pikirkan …” Itachi mengelus kepala Sasuke.

“Kau tak perlu memaafkanku …
Apapun jalan yang kau pilih,
aku akan tetap mencintaimu …” Itachi tersenyum.
dan di depan mata kepala Sasuke, Itachi menghilang secara damai bersama cahaya dengan meninggalkan Harapannya kepada Naruto untuk membuat sasuke kembali ke jalan yang benar.

Wikipedia.org